Bernapas dengan Benar……

10/23/2008 -

hyipnobirthing-ayahbunda0708.jpgAnda sedang hamil? Yuk, belajar teknik bernapas yang baik dan benar. Ini Karena, hormon stres yang di produksi secara alamiah oleh tubuh selama kehamilan dapat ” menyelinap” ke plasenta dan dirasakan efek buruknya oleh janin. untuk menghindarinya, penting bagi ibu hamil menjaga suasana hati agar tenang dan relaks. Salah satu caranya adalah dengan belajar teknik bernapas.

Dalam buku ” breathing techniques for pregnancy, labour and delivery“, Dr.Hazel Lynn, Md, FCFP, MHSc mengajarkan teknik bernapas baik dan benar saat hamil. Caranya, panjang tarikan napas harus sama dengan hembusan napas. bernapas teratur dan berirama. Idealnya, tersenyumlah di akhir hembusan napas.”Bernapas dengan baik dan benar juga perlu dilakukan ketika bersalin. Setiap kontraksi datang, usahakan bernapas dengan satu kali dengan lengkap di akhir setiap kontraksi,” Dr. Hazel.

Aneka Teknik Bernapas

  • Metode Bradley (Husband coached birth)

Penemu     : Dr. Robert A Bradley, dokter kandungan Amerika Serikat dan penulis ” Husband-Coached Childbirth 1940

Tujuan :

  • Membantu kehamilan dan persalinan sealamiah mungkin melibatkan peran aktif calon ayah.
  • Mengajarkan ibu hamil mencapai relaksasi yang dalam, di pandu pasangan.
  • Memberi kesempatan calon orangtua menemukan “kekuatan bersama” serta insting masing-masing untuk bekal menjalani kehamilan, persalinan dan peran orangtua.
  • Metode Lamaze

Penemu     : Dr. Fernand Lamaze, dokter kandungan perancis 1940

Tujuan       :

  • Membantu persalinan agar terjadi alamiah
  • Mengajar ibu hami mencapai relaksasi yang dalam sehingga, dapat menggali potensi diri menemukan “kekuatan” di dalam diri serta nyaman menjalani kehamilan dan persalinan.
  • Membantu ibu hamil mengatasi sakit dan nyeri dengan tetap tenang dan rileks.
  • Metode leboyer (Leboyer Method of Childbirth)

penemu     : Frederick LeBoyer, dokter spesialis kandungan peracis 1970

Tujuan       :

  • Membantu ibu hamil menjalani kehamilan dengan tenang dan bahagia agar bayi dilahirkan dalam suasana tenang, di ruangan tentram dan hening, guna meminimalkan trauma dan stress
  • mengajarkan ibu hamil mencapai ketenangan yang dalam, sehingga nyaris tidak perlu mengejan saat bersalin.
  • Mengajurkan bayi baru lahir langsung diletakan di dada ibu agar terjadi bonding
  • Metode HypnoBirthing

Penemu     : Marie F. Mongan, M.Ed.,M.Hy, Hipnoterapis di central New Hampshire, AS 1998

Tujuan       :

  • Membantu ibu hamil rileks dan tenang selama hamil dan bersalin, sehingga mampu bersalin sehingga mampu merespon nyeri kontraksi dengan baik
  • Mengajarkan 3 jenis pernapasan; pernapasan tidur, pernapasn lambat dan pernapasan persalinan.

mengajarkan ibu hamil menjalani komunikasi batin dengan janin selama kehamilan sehingga keduanya “” kompak” dalam persalinan

Manfaatnya…..

  • Meningkatkan kesadaran diri ibu sehingga dapat menerima berbagai perubahan tubuh, emosi, dan nyeri kontraksi dengan tenang dan rileks
  • Membantu ibu rileks dan tenang menghadapi kontraksi ” palsu” (Braxton-Hicks) maupun sesungguhnya.
  • Menjaga kelancaran aliran oksigen ke tubuh janin agar tumbuh kembangnya optimal.Juga agar ibu bertenaga, baik saat hamil maupun bersalin/ mengejan
  • mengurangi tenaga yang dikeluarkan ibu saat mengejan serta frekuensi mengejan, dengan menjaga ibu tetap rileks sehingga otot-otot vagina lemas ( tidak tegang) dan menyesuaikan diri dengan gerakan janin ” turun” ke jalan lahir. Akibatnya, janin terdorong alamiah ke luar

Bernapas baik dan benar mempengaruhi suasa hati dan karakter. Bernapas 9-12 kali/ menit akan memiliki kontrol emosi dan fisik bugar, 18-22kali/menit membangun karakter tidak stabil, 28-33 kali/menit memiliki karakter keras dan emosi mudah meledak (Rachel Ballon, Ph.D.,” Breathing life into your character)

Anda dan Janin di Trimester 3

Minggu ke-29

Anda: Beberapa ibu hamil mulai mengikuti kelas prenatal yang mengajarkan teknik napas untuk persiapan persalinan.

Janin: Semua sistem tubuh lengkap, termasuk sistem pengatur suhu tubuh.

Minggu ke-32

Anda: Menglami kontraksi “palsu” Braxton Hicks. Siap-siap praktekan teknik napas untuk menghadapi rasa nyeri.

Janin: Mulai aktif bergerak berlatih mencari jalan lahir.

Minggu ke-33

Anda: Semakin sering merasakan gerakan janin. Jalinan komunikasi batin dengan janin sambil berlatih teknik pernapasan.

Janin: Tanggap dan merespon komunikasi batin dari Anda.

Minggu ke-34

Anda: Kontraksi “palsu” semakin sering, kadang disertai mulas. Melakukan relaksasi dan teknik napas akan sangat membantu.

Janin: Mulai bergerak turun mempersiapkan posisi kepala dijalan lahir.

Minggu ke-36

Anda: Tak ada salahnya melakukan teknik relaksasi, terutama pada otot  panggul dan paha dalam.

Janin: Mengatur posisi tubuh untuk mendapat posisi tepat sebelum masuk jalan lahir.

Minggu ke-37

Anda: Lakukan senam untuk melatih otot rahim agar rileks. Latihan teknik pernapasan rutin setiap hari.

Janin: Aktif melakukan organ pernapasan, terutama paru-paru agar siap berfungsi.

Minggu ke -39

Anda: Pertahankan keadaan rileks dan tenang dengan teknik relaksasi dan napas. Ini membuat otot-otot di sekitar jalan lahir dan vagina mudah dilewati kepala dan tubuh janin.

Janin: Semakin rajin berlatih napas agar paru-paru makin kuat dan berfungsi baik.

Minggu ke-40

Anda: Tiba saatnya mempraktekkan semua “ilmu” dari kelas  prenatal. Tetap tenang dan rileks menunggu pembukaan lengkap. Bersiaplah mempraktikan teknik napas untuk mengejan dan mendorong bayi keluar. Jangan lupa jalin komunikasi batin dengan janin, “Anak”, kita mampu melewati saat bersejarah ini!”

Janin: Tenang dan rileks membuat janin mudah melewati “gerbang” jalan lahir.

Kapan berlatih?

Kebanyakan ibu hamil baru belajar teknik bernapas, baik di kelas prenatal rumah sakit atau di tempat khusus, saat usia kehamilan memasuki trimester ke-3. Padahal menurut Lanny Kuswandi, pakar dan praktisi hypnobirthing, “Segala yang dipelajari dan dipersiapkan lebih awal tentu lebih baik, termasuk belajar teknik bernapas sejak awal kehamilan.”

Larissa Hirsch, MD, dokter kandungan dari The international Childbirth Education Association, AS, juga mengatakan, “Kelas teknik napas sudah dapat di ikuti  pada usia kehamilan 5-8 minggu. Sehingga, saat mengalami kontraksi palsu Braxton-Hiks di trimester ke-2, Anda sudah tahu cara melewatinya.”

Ada beberapa teknik napas yang dikenal di seluruh dunia. Mana yang paling tepat untuk Anda? Karena setiap orang itu unik,  teknik yang tepat adalah yang sesuai kepribadian, kebutuhan, serta kondisi kandungan. Jadi, biarkan insting membimbing anda menemukannya.

Sri lestariningsih, ayahbunda agustus 2008

Tags: , , , , , ,