Mengenal Badan Halus Bernama Aura02/09/2007
Bila kita berbicara dengan seorang dokter spesialis saraf atau neurolog, pengertian aura akan dinyatakan sebagai gejala-gejala menjelang timbulnya serangan penyakit kronis seperti ayan, migrein, atau asma. Dengan adanya aura, si penderita mengetahui bahwa akan ada serangan yang cukup mendadak datangnya, sehingga masih ada waktu mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Pada ayan atau epilepsi, aura ini sangat singkat sehingga penderita kurang sempat mempersiapkan diri, terutama pada ayan dengan kejang-kejang sampai pingsan. Namun pengertian aura yang akan diuraikan berikut ini merujuk pada medan energi sinar elektromagnetik (tergolong sinar inframerah) yang melingkupi badan kasar (badan seluler) manusia, sehingga aura ini disebut juga badan halus, badan astral, atau badan bioplasmik.
Dalam bahasa latin, aura berarti angin atau nafas. Sesuatu yang tidak tampak, tetapi mempunyai kekuatan. Kerap kali aura dilukiskan sebagai sinar yang meliputi badan, atau hanya di sekitar kepala, yang disebut sebagai aura kecil (aureola);dalam bahasa Inggris dinamakan halo. Setiap orang mempunyai aura, hanya tidak begitu kuat energinya. Aureola yang kuat terdapat pada orang-orang yang telah mengalami pencerahan, seperti tampak pada gambar orang-orang yang suci (ditandai dengan lingkaran cahaya di sekitar kepalanya). Di jagad raya ini kita mengenal ada enam jenis energi, yaitu energi gerak, panas, kimia, listrik, sinar dan nuklir. Secara alami, energi nuklir tidak terdapat pada diri manusia. Aura memperoleh energi sinar dari matahari, yaitu sinar yang tidak tampak dan tergolong inframerah, seperti pada remote control pada TV atau AC. Hanya, sinar inframerah ini punya panjang gelombang yang lebih besar, mendekati gelombang radio, sehingga terpantul kemana-mana seperti gelombang radio. Kita dapat menerima gelombang radio dari Amerika, siang maupun malam. Begitu juga energi sinar inframerah dari matahari ini. Energi yang telah diserap oleh aura (badan halus) diperlukan untuk badan kasar dan dapat dipancarkan keluar dari diri seseorang. Untuk badan kasar, tenaga dari aura ini mencerna air dalam tubuh, sehingga membentuk gugus molekul yang terkecil sebagai bentuk cairan, yaitu gugus heksamolekuler. Air dengan gugus enam molekul, bila dibekukan, akan membentuk kristal air bersudut enam atau heksagonal. Air heksagonal itu merekam apa yang terekam pada energi aura yang mempengaruhinya, baik dari diri sendiri atau dari luar. Bila pada seseorang ada rekaman positif “tenang”, maka air akan merekamnya dan akan mempengaruhi sel-sel tubuh. Juga bila seseorang dalam auranya terdapat rekaman “tenang”, maka rekaman ini terpancar dan direkam oleh orang lain. Adanya rekaman ini dapat diperhatikan dari bentuk kristal airnya bila dibekukan. Kalau seseorang terpapar pada musik keras heavy metal, maka air heksagonal itu rusak. Air heksagonal denagn gugus molekul enam adalah bentuk yang terkecil, berbentuk bola. Air ini dapat memasuki dinding sel-sel tubuh, sehingga sari makanan dapat dihantarkan ke dalam sel dan limbah metabolisme dapat diangkut keluar sel untuk menjamin kesehatan sel-sel pada seluruh badan kasar. Tenaga dari aura dikenal dengan berbagai nama, seperti “tenaga dalam”, prana, chi atau qi, psychic energi, bio-energi, orgone, dsb. Mereka yang tidak mendalami secara umum akan mengatakan, energi-energi ini berbeda, padahal hakikatnya sama, yaitu Far Infra-red Rays (FIR), dengan panjang gelombang antara 6 – 14 mikron. Energi dari matahari diserap ke dalam aura melalui cakra. Arti harfiahnya adalah roda, karena bagi yang waskita, cakra terlihat seperti roda yang berputar-putar. Ada tujuh cakra utama dari bagian bawah badan sampai ubun-ubun dan disebut sesuai dengan panjang gelombang yang diserap, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Tujuh urutan warna pelangi itu seperti tujuh urutan nada. Manusia dapat mendengar beberapa oktaf nada, tetapi pada umumnya hanya dapat melihat satu oktaf warna. Urutan warna di luar yang tampak tetap disebut sebagai merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu. Lebah dapat melihat sampai ke ultraviolet, sedangkan buaya dapat melihat sampai ke inframerah. Fungsi dan Warnanya Bila menggunakan istilah komputer, aura itu ibarat disket, tempat rekaman dari apa yang dialami dan dihayati seseorang. Maka aura juga disebut jiwa; lebih khususnya jiwa bawah-sadar (sub-conscious mind), tempat rekaman. Badan kasar ibarat printer, dan apa yang dapat diamati pada badan kasar adalah print-out. Bila seseorang tampak pucat, mungkin saja dia kekurangan darah. Kalau diperiksa, dalam ususnya ada cacing tambang, maka penanggulangannya ialah dengan makan obat cacing. Namun, bila seseorang sakit perut karena makan buah di pagi hari dan, ketika diperiksa, tidak ada kelainan pada ususnya, maka sakit perutnya terjadi karena rekaman pada aura. Rupanya, sewaktu kecil dia sering diperingatkan oleh orang tua atau kakeknya, agar tidak makan buah pada waktu perut kosong di pagi hari, karena nanti akan sakit perut. Rekaman ini begitu kuat, sehingga saat dia makan buah dalam keadaan perut kosong di pagi hari, perutnya jadi sakit; rekaman pada aura atau badan halus (disket) dicetak (print) oleh badan kasar (printer) denagn hasil cetakannya (print-out) sakit perut. Bagi orang yang tidak punya rekaman seperti ini, makan buah atau minum jus di pagi hari tidak akan menyebabkan sakit perut. Warna atau frekuensi tertentu dari energi sinar mempunyai fungsi tertentu pula. Merah berkaitan dengan unsur jiwa perasaan dan unsur raga sistem cerna. Kuning berkaitan dengan unsur jiwa kemauan dan unsur raga sistem gerak. Biru berkaitan dengan unsur jiwa pikiran dan unsur raga sistem nalar. Dari komposisi warna aura yang sehat strukturnya dapat diketahui keadaan seseorang. Bila warna merahnya kurang (perasaan), maka warna biru akan tampak dominan; orang Inggris mengatakan, seseorang dalam keadaan sedih: feeling blue. Bila bayi lahir dalam keadaan kuning, lalu diberi terapi dengan sinar biru untuk keseimbangan energinya, disebut bluelight therapy. Deteksi Kesehatan Aura Deteksi gangguan pada aura yang berfungsi sebagai disket tentu saja meliputi deteksi auranya sendiri (disketnya) dan deteksi rekaman (isinya) yang terdapat pada aura. Deteksi aura dapat dilakukan dengan alat seperti Kirlian elektro-fotografi, Aura-2000, atau Aura Video Station (AVS). Namun, mereka yang terlatih dapat mendeteksi auranya sendiri maupun aura orang lain denagn apa yang disebut gerakan-gerakan tenaga dalam; ilmu kedokteran menyebutkan ideosensorik dan ideomotorik.Pendeteksian bisa secara kualitatif maupun kuantitatif. Aura yang kuarng energinya kecil, pucat, kotor (banyak warna gelap, limbah),tercemar (adanya energi asing) akan menyebabkan turunnya daya tahan seseorang. Turunnya daya tahan fisik dapat dilihat dari seringnya seseorang marah, sedih, tegang gelisah, takut dan lainnya. Dengan mendeteksi aura dapat diketahui adanya energi asing yang menganggu dari lingkungan (tercemar) dan apakah seseorang dapat menanggulanginya sendiri, perlu dibantu oleh orang yang sudah terampil. Deteksi adanya rekaman negatif dapat diperoleh dari wawancara tentang cara seseorang menanggapi sesuatu. Perlu diingat, seseorang memperoleh panen pusing, bila saat kepanasan di sinar matahari, dia menanamkan rekaman negatif dalam dirinya “saya pasti pusing”. Ini adalah Hukum Keseimbangan Dinamik Sebab-Akibat: Tebar-Tuai. Rekaman negatif terbentuk beberapa bulan atau beberapa tahun yang lalu, tetapi dapat juga sejak masa kecil; bahkan dari segi reinkarnasi, dapat terjadi karena rekaman dalam kehidupan yang lalu. Untuk mendeteksi kasus seperti ini, diperlukan keterampilan yang lebih dalam.
Sehat adalah keadaan seimbang; tidak kelebihan, kekurangan, atau menyimpang. Upaya pertama untuk penyehatan adalah meningkatan kesehatan aura yang termasuk masih sehat, agar lebih sehat lagi (upaya promosi, health promotion). Upaya kedua, meningkatkan kesehatan aura untuk mencegah kemungkinan timbulnya gangguan, ketika akan menghadapi risiko terganggunya aura (upaya prevensi, prevention of diseases). Misalnya, ketika akan memasuki daerah yang tidak dikenal atau di tempat yang sering ada penjahat menggunakan ilmu gendam (magnetisme), dan sebagainya. Upaya ketiga,melakukan penyehatan terhadap aura yang sakit, baik auranya maupun rekaman pada aura (upaya terapi). Lalu upaya keempat, menunjang kemandirian bagi orang yang cacat (upaya rehabilitasi). Langkah-langkah penyehatan aura dilakukan sebagai berikut: (1) Penyehatan struktur, yang mencakup ukuran, bentuk, dan tepi aura. (2) Penyehatan isi, yang mencakup kelengkapan, keseimbangan, kecerahan, kebersihan, dan kemurnian dari warna-warna dasar aura. Setelah itu dilakukan pendeteksian lagi apakah kesehatan aura sudah sehat sepenuhnya. Setelah itu dikunci (locked) agar upaya penyehatan ini lebih mantap. Sebaiknya, penyehatan aura dilakukan sendiri, setelah mendapatkan pelatihan. Tetapi bagi yang tidak mau atau tidak mungkin melakukannya sendiri, penyehatan dapat dilakukan oleh orang lain. Selain dengan autohipnosis, terapi terhadap struktur aura dapat dilakukan melalui pernapasan aura-cakra, dsb. Terapi si aura dapat dilakukan dengan diet warna (produk tumbuhan yang berwarna), batu mulia atau kristal, terapi warna, terapi suara, tablet sari bunga (flower essence), air yang diembunkan (solarized water), air bunga setaman, terapi aroma, dsb. Aura yang dibahas ini dinamakan aura (saja) atau aura tengah atau aura kesehatan. Terdapat pula aura dalam dan aura luar yang perlu juga disehatkan. Setelah semua aura disehatkan dan dipelihara kesehatannya, lalu dilakukan penyehatan cakra, yang mencakup cakra utama, cakra tapak tangan, dan cakra-cakra lokal. Dengan membangkitkan energi dari ketujuh cakra utama yang sudah disehatkan ke atas kepala, maka dapat terjadi proses yang disebut pencerahan (enlightenment), dan dapat terbentuk halo yang makin cerah. Ini semua terjadi dengan proses spiritual, sedangkan ritual denagn cara dan sarana tertentu hanyalah untuk melancarkan proses spiritualnya, bagi orang-orang yang masih memerlukan. Sumber : Intisari, edisi khusus Tags: Aura Photography |