azithromycin buying online azithromycin canada azithromycin canadian pharmacy azithromycin capsules azithromycin cheap azithromycin chlamydia azithromycin drug azithromycin for bronchitis azithromycin from india azithromycin generic azithromycin generic brands azithromycin generic zithromax azithromycin india azithromycin medication azithromycin medicine azithromycin mexico azithromycin no prescription azithromycin no prescription needed azithromycin online azithromycin online no prescription azithromycin online pharmacy azithromycin online purchase azithromycin online without prescription azithromycin oral suspension buy levitra brazil buy levitra by mail buy levitra canada buy levitra cheap buy levitra cheap online buy levitra croatia buy levitra fast buy levitra finland buy levitra france buy levitra free shipping buy levitra from canada buy levitra generic buy levitra guam buy levitra in costa rica buy levitra in europe buy levitra in india buy levitra in uk buy levitra international pharmacy buy levitra ireland buy levitra italy buy levitra jordan buy levitra low price buy levitra low price free delivery buy levitra lowest prices cheap cialis generic canada cheap cialis online cheap tadalafil 20mg cheap tadalafil india cheap tadalafil no prescription cheap tadalafil tablets cheap tadalafil uk cheapest generic cialis cheapest tadalafil online cialis 20 mg cialis 20 mg canada cialis 20 mg cost cialis 20 mg price cialis 20 mg tablet lil cialis 20 mg tablets cialis 200 mg cialis 30 mg cialis generic 5mg cialis generic canada cialis generic from canada cialis generic india cialis online pharmacy cialis order canada cialis price

Penyakit Hilang dengan Sugesti Hipnoterapi

08/28/2006 - admin

hipnoterapidokterkita0806.jpgMasyarakat masih memandang hipnoterapi sebagai terapi yang berbau magis, mistik dan tidak rasional. Padahal dalam dunia kedokteran hipnoterapi sudah diterapkan dan terbukti manfaatnya sejak dua abad silam. Mau mencoba?Lebih dari dua abad lalu, Franz Anton Mesmer (1734-1815), seorang dokter berkebangsaan Inggris memperkenalkan metode pengobatan medical hipnosis atau yang sekarang lebih dikenal sebagai hipnoterapi. Terapi ini diterapkan untuk psikoterapi, mencegah timbulnya gangguan kesehatan (prevention of diseases), peningkatan taraf kesehatan (health promotion) serta untuk upaya rehabilitasi lainnya.

“Di Indonesia, hipnosis sudah diakui sebagai salah satu alternatif penyembuhan yang telah teruji kebenarannya. Bahkan hipnosis kedokteran sudah menjadi seminar resmi bagi calon psikiater di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,” ungkap Dr. Tb. Erwin Kusuma, Sp.KJ (K). Sedangkan di RSPAD Gatot Subroto sebagai pusat hipnosis kedokteran pertama, menerapkan hipnodonsi (dental hypnosis) untuk dokter gigi serta para psikiaternya. Jadi jangan takut untuk mencoba manfaat hipnoterapi.

Hipnoterapi Bukan Gendam
Hipnoterapi sering diasumsikan sama dengan metode gendam dalam dunia kejahatan. Menurut Dr. Erwin, itu tidak benar. Hipnoterapi bukanlah gendam atau ilmu sihir. Keduanya memang sama-sama menggunakan gelombang elektromagnetik dan energi dalam tubuh manusia, namun ada perbedaan mendasar dalam penerapannya.

Dalam hipnoterapi, si pasien dijadikan subjek aktif yang dipandu secara sadar dan mau menerima apa yang dilakukan terapis sehingga melakukan energinya sendiri untuk penyembuhan dimaksud. Sedangkan dalam gendam yang terjadi adalah proses magnetisme, yaitu si korban/pasien menjadi obyek pasif dan secara tidak sadar dipengaruhi energi dari si pelaku kejahatan.

Cara Kerja Hipnoterapi
Istilah hipnoterapi mengacu dari kata “Hypno” bahasa Yunani berarti tidur. Memang terapi penyembuhan hipnoterapi diawali dengan mengondisikan pasien dalam fase relaksasi (seperti orang tertidur) sebelum dilakukan terapi inti. Hipnoterapi bekerja pada jiwa bawah sadar (alpha state) manusia.

Agar jiwa bawah sadar bangkit, pasien harus masuk dalam kondisi relaksasi, atau mengistirahatkan jiwa sadarnya. Dalam kondisi ini rekaman bawah sadarnya seperti gangguan kesehatan yang dirasakan akan diketahui. Rekaman bawah sadar yang salah atau keliru akan diperbaharui dengan memberikan sugesti-sugesti positif oleh terapis melalui hipnoterapi. Sugesti ini diberikan secara terus-menerus hingga tercapai keadaan rekaman bawah sadar yang keliru menghilang dan digantikan oleh sugesti positif. Jadi cara kerja hipnoterapi, kata Erwin, “bermain” di “piranti lunak” atau badan halus/roh dalam tubuh manusia.

Tingkat keberhasilan sugesti positif pada pasien tentu berbeda pada masing-masing orang. Tergantung berat ringannya penyakit, serta kemauan untuk sembuh dari dalam diri pasien. Hipnoterapi tidak bisa langsung menyembuhkan dalam satu atau dua kali terapi. Erwin mencontohkan, untuk menyembuhkan total pecandu narkoba atau yang mau berhenti merokok, bisa butuh terapi slama dua tahun.

Dalam hipnoterapi, terapis hanya berperan sebagai fasilitator. Pasien yang harus proaktif dan mempunyai kemauan yang kuat untuk sembuh. Sebagai subyek aktif, pasien juga harus kooperatif sekaligus memahami benar maksud dan tujuan hipnoterapi. “Harus ada kesepakatan antara pasien dan terapis, karena pasienlah sebenarnya yang paling tau apa yang dideritanya,” tutur dokter yang praktek di Klinik Pro V dan RSPAD ini.

Gangguan Mental Paling Mudah Disembuhkan
Hipnoterapi lebih efektif digunakan untuk mengobati gangguan kesehatan yang sifatnya fungsional. Gangguan kesehatan karena defisiensi organik dalam tubuh maupun defisiensi zat dari luar tubuh tidak bisa disembuhkan. Seperti kasus kekurangan zat gizi tertentu, dehidrasi atau gangguan penyakit kulit, tetap harus diobati dengan pengobatan medis yang lain, tidak bisa dengan hipnoterapi. “Begitu juga kasus trauma fisik seperti patah tulang,” tandas Dr. Erwin.

Dalam prakteknya, Dr. Erwin lebih banyak menangani penyakit akibat gangguan neurosis, seperti stres, depresi, fobia atau rasa cemas yang berlebihan. Gangguan kejiwaan seperti stres lebih mudah disembuhkan dengan hipnoterapi, dengan memberikan sugesti, pasien bisa ditenangkan. Kebanyakan orang melakukan tindakan fisik untuk pencegahan dan penyembuhan penyakit kejiwaan. Penyakit jenis ini lebih tepat diobati dengan hipnoterapi, karena yang sakit bukan fisiknya namun jiwanya. Gangguan bioplasmik juga bisa disembuhkan dengan hipnoterapi. Gangguan bioplasmik biasanya ditandai denagn menurunnya ketahanan fisik dan mental.

Autohipnosis untuk Self Healing
Selain dilakukan oleh terapis, hipnoterapi juga bisa dilakukan untuk penyembuhan diri sendiri atau sself healing. Sebenarnya beberapa penyakit sumbernya dari pikiran kita. Ramalan diri sendiri atau sugesti hipnosis seringkali menjadi nyata karena pikiran kita yang memasukkan sugesti dalam proses pemikiran. Seperti saat kita kehujanan, di dalam pikiran kita akan tersugesti sakit kepala atau pusing. Akibatnya tubuh benar-benar mengalami sakit kepala.

Banyak penyakit bisa disembuhkan denagn autohipnosis. Berdasarkan pengalaman praktik Dr. Erwin, penyakit seperti ketergantungan narkoba, stres, vertigo, insomnia, fobia, migrein, hingga menguruskan berat badan bisa disembuhkan dengan autohipnosis. Pada kondisi orang sehat, autohipnosis juga bisa digunakan untuk menghindari rekaman negatif, mencegah timbulnya penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Ketika tercapai kondisi badan yang sehat, daya tahan tubuh juga meningkat dan badan menjadi tidak mudah sakit. Kemampuan melakukan autohipnosis bisa dipelajari dengan kursus hipnoterapi, dengan 20 kali pertemuan, biasanya anda sudah bisa melakukan autohipnosis.

Erwin mengungkapkan, kelebihan hipnoterapi adalah murah, karena bisa dilakukan sendiri. Hipnoterapirelatif lebih efektif menghilangkan rasa nyeri dibandingkan pengobatan analgesik, termasuk morfin sekalipun. Hipnoterapi juga aman, tanpa efek negatif seperti efek ketergantungan. Namun, pada beberapa pasien, bisa terjadi keadaan abreaksi. Yakni, rekaman trauma bawah sadarnya muncul serentak. Salah satunya berupa reaksi pasien yang tidak terkendali, tapi tidak berlangsung lama. Sentuhan sang terapis akan menenangkannya. Sekali lagi harus ditegaskan, tidak semua penyakit dan pasien bisa dihipnosis. Ada kriteria-kriteria dan ketentuannya.

Sumber: Budi Sutomo, Dokterkita 08/2006

Tags: