Pulih Dengan Pendulum09/09/2006
Seorang pemuda dengan pandangan hampa duduk di sebuah kursi. Dipandu seorang terapis, tangannya menggerakkan sebuah pendulum kristal seukuran bola bekel yang terkait pada rantai emas. Dalam hitungan menit, gerakan tangannya terhenti, tapi pendulum terus bergoyang teratur. “Kalau pendulum bergerak sendiri, tandanya pasien dalam kondisi relaksasi,” kata Tubagus Erwin Kusuma. Terapis yang juga dokter hipnoterapis di Klinik Pro V, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, itu lalu membimbing pasien melakukan berbagai gerakan yang ia perintahkan. Dalam hitungan menit, pasien yang sebelumnya menderita gangguan jiwa itu mulai sadar. ‘Alhamdulillah, adik saya sadar kembali,” kata seorang perempuan 45 tahun yang minta dipanggil sebagai Maimunah. Menurut Erwin, hipnoterapi tergolong ke dalam perawatan bukan obat atau psikoterapi. Tujuannya untuk meningkatkan terapi dan rehabilitasi kesehatan jiwa. “Juga untuk mencegah gangguan kesehatan jiwa,” kata Erwin, yang juga konsuler Departemen Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat jakarta. Metode yang digunakan adalah mengistirahatkan alam sadar pasien. Dalam hipnoterapi, kata Erwin, pasien adalah pihak yang aktif dalam mencapai alam bawah sadar. Itu berarti pasien telah mencapai tahap relaksasi. Dokter terapis hanya mengarahkannya. “Disebut autohipnosis,” kata Erwin. Setelah pasien mencapai alam bawah sadar, barulah terapis menanamkan pikiran-pikiran positif kepada mereka. Tentu saja dalam hal ini terapis harus mengetahui riwayat penyebab gangguan jiwa pasien. “Selanjutnya ditindaklanjuti dengan pemberian obat, tergantung gangguan jiwa yang dialami pasien,” kata Erwin. Pasien lalu diberi pemijatan dengan menggunakan alat seperti tanduk dan sendok di sejumlah titik yang dipercaya dapat menyembuhkan. Terapi dilakukan selama sekitar satu jam. Setiap kali terapi selesai, terapis mencatat tiap perkembangan yang dirasakan pasien dalam sebuah tabel. “Tujuannya untuk memantau perkembangan kesembuhan pasien.” Tentu saja terapinya dijamin tidak memberikan efek berbahaya dalam jangka panjang. Klinik juga menyiapkan dokter Neurotendo Stimulasi untuk mengobati gangguan pada susunan saraf. Misalnya saraf terjepit di tulang belakang, migrain, vertigo, insomnia dan sesak napas. Terapinya dipimpin Haryanto, suhu terapis, yang dibantu empat orang asistennya. Haryanto menggunakan sejumlah media yang membantu terapinya, seperti alat pijat yang terbuat dari tanduk hewan dan sendok. Tujuannya untuk memijat bagian tertentu tubuh pasien yang dapat membantu kesembuhan . untuk setiap sesi, tarifnya lebih murah dibanding dengan hipnoterapi. ” Sekitar Rp. 200 ribu,” kata Haryanto. Total pasien yang datang dalam sehari 20-30 orang. kebanyakan di antaranya berada pada usia produktif. sumber : Ali Anwar&Ami Afriatini, tempo September 2006 Tags: Asia, Cempaka Putih, Central Jakarta, Indonesia, Jakarta, Kata, Martial arts, Sports |

Demi kesehatan, mahal tak jadi masalah.