RELAKSASI, MEMBENTUK EQ DAN SQ SEJAK DALAM KANDUNGAN

04/07/2010 -

Mempersiapkan bayi yang sehat dan cerdas, sudah banyak yang melakukannya. Bagaimana dengan bayi yang tenang dan memiliki rasa damai?

Relaksasi Tumbuhkan EQ dan SQ janin

Setiap manusia memang memerlukan tubuh yang sehat serta kecerdasan intelektual untuk menjalani kehidupannya. Namun itu saja tidak cukup. Jiwa yang selalu tenang dan damai juga pegang peranan penting. Ternyata, semua kemampuan ini bisa Anda “kenal”kan pada anak Anda sejak ia dalam kandungan. Caranya simpel, dengan relaksasi.

Ketenangan bunda, banyak manfaatnya

Ketenangan memang sangat dibutuhkan wanita selama kehamilannya. Ketenangan ini pula yang akan membantu melancarkan proses persalinan. Bayangkan saja kalau wanita hamil mudah panik, apa jadinya?

Kemampuan untuk selalu tenang di setiap kondisi mungkin sudah dimiliki setiap orang. Hanya saja, kadarnya yang berbeda. Mengingat kemampuan ini cukup penting dalam keseharian,  bila kita merasa berada dalam golongan yang berkadar “pas-pasan”, alangkah baiknya bila kita berusaha melakukan latihan-latihan yang bisa meningkatkan kemampuan ini.

Relaksasi adalah cara yang paling ampuh dalam melatih ketenangan dan rasa damai. Bagi wanita hamil, relaksasi juga akan menyehatkan tubuh serta kehamilannya.

Relaksasi yang dilakukan secara teratur, akan membuat wanita hamil “terbiasa” tenang dalam menjalankan kehamilannya, mulai dari menghadapi berbagai perubahan tubuh, mengatasi rasa tidak nyaman, hingga menghadapi proses persalinan. Ibarat meng-klik stop kontak untuk menyalakan lampu di rumah saja.

Cerdas emosi dan spiritual

Ternyata wanita hamil yang biasa melatih dirinya untuk selalu tenang dan damai, juga akan mengenalkan dan  melatih hal yang sama pada janinnya. Sejak dini, janin pun mengenal arti “tenang” dan “damai”. Mengapa bisa seperti ini?

Kondisi tenang yang muncul saat relaksasi (yang biasanya juga diikuti dengan keseimbangan emosi/perasaan), dipicu oleh tubuh yang secara alami melepaskan hormon yang disebut endorphin.

Endorphin sebenarnya merupakan unsur dari protein yang diproduksi oleh sel-sel tubuh serta sistem syaraf manusia. Endorphin yang memang bisa dipicu keluar melalui beberapa aktifitas, seperti pernapasan yang dalam dan relaksasi serta meditasi ini,  dikenal sebagai zat yang banyak manfaatnya. Misalnya, mengendalikan perasaan tegang/stres, mengendalikan rasa nyeri dan sakit, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Endorphin yang keluar dari tubuh wanita hamil saat ia dalam kondisi rileks, akan masuk ke aliran darah janin melalui plasenta. Melalui endorphin dari tubuh bundanya inilah janin banyak mendapat “pelajaran positif”.

Saat Anda relaksasi, duduk tenang dan menarik serta mengeluarkan napas dengan lembut, janin pun ikut merasakan kelembutan dan ketenangannya. Bila selama relaksasi Anda memberi afirmasi positif, “Kehamilanku berjalan lancar dan janinku terus tumbuh sehat dan lahir  dengan mudah”, inipun dirasakan janin. Janin akan merasakan kasih sayang Anda dan mengenal rasa “percaya diri”. Apalagi bila Anda melantunkan doa. Pengalaman ini akan membuat janin lebih “mengenal” Tuhannya.

Ya, siapa yang tak bahagia, bila kelak memiliki anak yang tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi juga secara emosi dan spritualnya? Kini Anda tahu, bahwa Anda bisa mengenalkannya sejak ia dalam rahim Anda. Ayo, jangan tunda lagi.

Email This Post Email This Post

Tags: , , , , , , , ,