Sehat Berkat Terapi Lilin

02/28/2007 -

Selain membuat telinga bersih, terapi lilin bisa meredakan penyakit seperti migren, vertigo, dan menyembuhkan sinusitis. Selain di otak, pusat keseimbangan tubuh ada di telinga. Jadi, bila alat indera yang satu ini tidak dijaga dengan baik, maka akan berdampak langsung pada keseimbangan tubuh. Salah satu cara membersihkan telinga adalah dengan terapi lilin. Selain membersihkan telinga, terapi ini juga sekaligus bisa meringankan migren, vertigo dan menyembuhkan sinusitis.

Terapi lilin sebenarnya cara penyembuhan yang sudah berabad-abad dipraktikan, terutama oleh orang Indian. Pada awalnya, mereka menggunakan kulit jagung yang dicelupkan dalam lilin lebah untuk dijadikan lilin yang berlubang.

pada suku Indian, Tibet dan Aztec, cara membersihkan telinga dengan lilin merupakan bagian dari prosesi penyucian diri bagi calon anggota baru. Bahkan beberapa di antara mereka setelah mengenal perdagangan setiap kali akan membuka toko menggunakan terapi lilin sebagi alat bantu untuk membersihkan rohani dan batin manusia.

Lilin yang digunakan dalam terapi ini, menurut terapisterapi lilin Susana Budiman, bukanlah lilin biasa yang bersumbu, melainkan lilin berlubang dengan panjang 20 cm. Lilin seperti ini dapat membantu menyembuhan berbagai kelainan telinga, hidung dan tenggorokan. Gangguan seperti radang pada hidung, tenggorokan, sakit kepala kronik dan masalah-masalah pendengaran dapat teratasi.

Telinga pada manusia terdiri dari tiga bagian besar, yaitu bagian dalam, tengah dan luar. Bagian dalam terdiri dari kanal telinga yang berbentuk setengah lingkaran dan berfungsi untuk mengatur keseimbangan. Sedangkan bagian tengah adalah gendang pendengaran yang seperti busa dan bersifat lembab. Bagian terluar adalah lubang dan daun telinga.

ketiga bagian besar tersebut berpeluang kena kotoran, virus atau bakteri. Pada bagian dalam telinga misalnya, bila terinfeksi akan menyebabkan Labirintitis yang memunculkan rasa mual hingga vertigo. Sedangkan pada gendang pendengaran, apabila mengalami pembengkakan akibat terlalu lembab akan menyebabkan infeksi bahkan pecah gendang telinga.

Seiring dengan perkembangan zaman, terapi lilin menjadi cara untuk menjaga kesehatan tubuh, khususnya seputar wilayah kepala hingga leher.

Menurut ahli terapi lilin dari Pro V Clinic, Dr.Rosa, gejala-gejala ringan yang dirasakan telinga seperti berdengung, pertanda adanya kotoran dalam telinga ( aer wax). Bentuk kotoran telinga berupa cairan atau sekret yang keluar dari kelenjar-kelenjar yang ada di bagian luar terlinga.

“Inilah yang kemudian akan menumpuk dan mengeras sehingga membentuk aer wax. Karena mengeras maka tidak bisa diambil dengan cotton bud (kapas bertangkai) dan bila tetap dipaksa justru akan mengganggu telinga itu sendiri,” tuturnya.

Menurut Rosa, dalam prosedurnya pasien diminta memiringkan badannya di atas tempat tidur dan lilin berlubangnya akan diletakan pada lubang telinga. Nyala kecil api lilin akan membuat pengisapan secara pelan yang menarik kotoran telinga ke dasar lilin. ” Pengisapan dengan satu lilin biasanya berlangsung 15-30 menit yang kemudian akan digunting sesuai batas akhir lilinnya. Di bagian bawah lilin itu terdapat filter yang mencegah sisa bakaran lilin masuk ke dalam telinga. sehingga ketika di keluarkan bentuknya sudah bukan cairan lagi,” paparnya.

Lulusan fakultas Kedokteran Trisakti ini juga mengungkapkan, selama lilin dinyalakan, daerah di belakang telinga akan di pijat-pijat menggunakan minyak esensial sehingga menimbulkan kondisi rileks pada pasien. Di samping itu, pemijatan tersebut juga berfungsi memperlancar proses penarikan kotoran telinga. Namun perlu diingat, jumlah lilin yang digunakan tergantung dari banyak kotoran dalam telinga, yang sebelumnya dilihat melalui alat pemeriksaan telinga.

Menurut Rosa, terapi lilin cukup dilakukan enam kali jika tujuannya pemeliharaan saja dan cukup menggunakan dua buah lilin terapi. Harga satu lilin adalah Rp.125 ribu. Namun, bagi mereka yang tengah mengalami infeksi telinga, Rosa terlebih dahulu akan menyembuhkan peradangan pada telinga, sebelum melakukan terapi lilin. ” Kalau dilakukan terapi ketika meradang, pasien justru akan merasakan kesakitan,’ katanya.

Pada dasarnya, terapi lilin ini sangat aman untuk diterapkan oleh siapa saja, sebab fungsinya sebagai pencegahan penyakit secara alami. Akan tetapi, bagi mereka yang menderita kanker sangat disarankan untuk melakukan terapi ini. Pasalnya, menurut Rosa, rangkaian pengobatan yang tengah di lakukan penderita kanker sangatlah sensitif.

Priska Siagian, Jurnal Nasional 02/2007

Tags: , , , , , , ,