Dewi Rezer: Over Excited Saat Mengejan, Pembuluh Darah Mata pun Pecah04/05/2008
Pembuluh Darah Mata Pecah. Dewi melahirkan Brinette secara normal pada 21 Desember 2007 lalu. “Aku melahirkan di Rumah Sakit Puri Cinere, Sekitar pukul 05:47 WIB. Panjangnya 47cm dan beratnya 2,8 kg. Sekitar jam 3 pagi aku mengalami mulas yang amat sangat. Sempat panik juga, makanya aku langsung menghubungi Dr. Winahyo, dokter yang mengontrol proses kehamilan aku selama ini , ” ungkapnya. Dewi melanjutkan, ketika sampai di rimah sakit, ia sudah mengalami pembukaan enam. Perasaan panik itu bertambah ketika ia melihat kamar bersalin untuk pertama kalinya. Buru-buru ia tepis rasa tegangnya itu. ” untungnya aku pernah mengikuti kursus teknik hypnobirthing, yang bikin aku lebih relaks menghadapi proses kelahiran, ” alas Dewi. Mengejan Berlebihan. Namun, setelah wanita kelahiran Jakarta 29 September 1980 ini berhasil meredam ketegangannya, masalah baru muncul. Saking bersemangatnya ingin segera melihat bayinya lahir, maka saat mengejan Dewi pun melakukan kesalahan. ” Waktu mengejan itu ternyata aku mengeluarkan tenaga berlebihan. tanpa sadar, mungkin mataku melotot sehingga terjadi kontraksi pada pembuluh darah di dalamnya, hingga akhirnya pecah. Tapi puji Tuhan anakku sehat-sehat saja, sama sekali tidak terpengaruh dengan keadaanku waktu itu,” syukur pengagum Bunda Teresa ini seraya menerawangkan mata. Pecahnya pembuluh darah mata Dewi menyebabkan bagian putih matanya tertutup warna merah pekat. “Waktu dulu mencoba bungee jumping aku juga mengalami hal serupa. Kurang lebih sebulan keadaan mataku seperti itu. Benar-benar kayak zombie. Seram deh, kalau dilihat. Makanya aku sempat ngumpet dari wartawan karena nggak PD dengan keadaanku yang seperti itu,” seru Dewi yang ketika melahirkan ditemani suami tercinta serta kakak iparnya, Brenda Namun, saat ditanya apakah kejadian tersebut membuat Dewi kapok untuk kembali hamil, dengan lantang ia menjawab ” sama sekali tidak! Anak adalah anugerah, jadi tidak ada rasa kapok meskipun tiap kali melahirkan aku harus mengalami hal itu lagi.” Ikut Hypnobirthing. Pada usia kehamilan 7 bulan, Dewi mengaku mempelajari teknik Hypnobirthing dari pakarnya, Lanny Kuswandi, demi kelancaran saat melahirkan. Wanita yang dinikahi Marcelino Lefrand 18 Juli 2007 silam ini mengikutitiga sesi pertemuan saat mempelajari Hypnobirthing. Ia juga menjelaskan bahwa tehnik Hypnobirthing ini juga dapat dilakukan untuk mempersiapkan wanita yang ingin melahirkan secara alami, lancar dan nyaman, juga dapat meningkatkan produksi ASI. “Aku bersyukur karena mengenal serta mempelajari teknik ini menjelang kelahiran. Mulai dari relaksasi otot, nafas, pikiran serta mengucapkan kalimat bernada positif saat tercapainya keadaan rileks. Sehingga saat melahirkan, pikiran tenang, otot rileks dan lentur , sehingga rasa sakit yang aku alami waktu itu hanya mulas seperti ingin buang air besar saja. Tidak berlebihan sakitnya,” aku sulung dari empat bersaudara pasangan Yotin Rezer dan Nurdiati ini santai. ‘ Menyepi’ di Bogor. Banyak yang bertanya-tanya keberadaan Dewi setelah melahirkan, karena tampak jarang terlihat di ruang publik. Disinggung mengenai hal tersebut pemilik motto hidup “life is there to be enjoyed” ini hanya tertawa kecil kemudian menjawab,” aku masih memiliki tinggal di Bogor bersama orang tua karena aku merasa belum bisa mengurus Brinnete sendirian. Intinya aku masih butuh bantuan Mama, karena kalau menyewa jasa baby sitter juga gak bisa 100% percaya. Mama is the best lah dalam urusan mengurus bayi!” Selanjutnya Dewi dan Marcel mengaku benar-benar menikmati peran sebagai orangtua baru. “Kita semua bahu membahu mengurus Brinnette, walaupun pertama kali saya sempat merasa menderita karena perubahan pola hidup yang saya alami setelah proses persalinan. Namun seiring berjalannya waktu, semua perubahan ini malah terasa nikmat sekali,” ujarnya. mendengar pengakuan sang istri, Marcel pun mengamini. sambil menggendong putri tercinta yang telah terbangun dari tidurnya, ia pun menghampiri Dewi, lalu berujar, “Brinnette ini anugerah terindah. Hingga saat ini kadang kita berdua masih sulit percaya sudah menjadi orang tua. Melihat perkembangannya, seperti melihat keajaiban yang nyata. jadi tak ada salahnya kalau saya juga terlibat dalam mengurus Brinnette,” aku Marcel yang ikut menjemur baju, memandikan, menggendong hingga membuat susu untuk putri kecilnya. “Capek memang, tapi senang, seru banget deh!” tandasnya. Pola Didik. Mengingat Dewi yang dilahirkan dari orang tua yang berbeda kultur, seperti apakah pendidikan yang akan diterapkan kepada putrinya kelak?Spontan Dewi pun menjawab , ” Budaya Barat atau Timur sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, pokoknya aku dan Marcel akan mengajarkan semua yang positif kepada Brinette, baik dari adat Timur ataupun dari Barat. ” Baginya tiap orang pasti punya prespektif sendiri. ” Kalaupun kita menerapkan pure budaya timur, tapi si anak prespektifnya lebih kebarat-baratan nggak bisa disalahin juga kan? Yang terpenting dia mengerti mana yang baik atau buruk bagi dirinya sendiri, juga dengan memberikan bekal agama yang kuat, religius tapi tak perlu fanatik, ” harapnya. Berharap Putrinya Menjadi Diplomat Yang Menguasai Seni Bela Diri dan Tari Balet Di tengah kebahagian mengurus si kecil, pasangan Dewi dan Marcel pun memiliki harapan layaknya otang tua pada umumnya, ingin sang anak memiliki masa depan yang cerah. ” Aku dan Marcel sih inginya Brinnette berkarir di luar dunia kami berdua, walaupun jadi artis bukan suatu hal yang jelek tapi rasanya akan lebih baik kalau dia profesional di bidang lain,” ungkap Dewi yang hingga kini memberi ASI kepada Brinette. Marcel, yang memang waktu kecil bercita-cita menjadi diplomat pun mengangguki pernyataan istrinya, ” selain mengarahkan Brinette menjadi diplomat aku juga akan memberikan teknik0teknik bela diri yng aku kuasai, megingat zaman sekarang rawan terjadi kejahatan. Tidak aman rasanya kalau wanita tidak memiliki kemampuan bela diri, paling tidak untuk proteksi diri sendiri,”Mendengar hal tersebut Dewi langsung menimpali, “Tapi dia juga harus belajar balet ya, nggak cuma bela diri loh!” “Mudah-mudahan Brinnette mampu menjadi seorang diplomat yang mengusai bela diri juga tari balet juga ya, supaya komplit! He…he…he.” tambah Marcel Sambil tergelak memeluk sang anak. Sumber: Mom&Kiddie Maret 2008, Citra Tags: hypnobirthing, mata, mengejan, Pembuluh Darah |