Persalinan Idaman dengan HYPNOBIRTH

06/28/2008 -

testimonihypnobirth-mb-05.jpgKarena ingin persalinannya lancar, Anggie pun mengikuti berbagai kelas untuk wanita hamil, salah satunya terapi persalinan dengan hipnosis. Hasilnya, Anggie berhasil melahirkan dengan nyaman sesuai keinginannya.

1. Memasuki usia kehamilan 39 minggu, Anggie menyudahi kelas-kelas prenatal yang ia ikuti seperti yoga, senam, dan hypnobirthing. “deg-degan juga rasanya ketika dokter memperkirakan panggul saya sempit dan kesempatan melahirkan normal hanya 50-50,” ujar Anggi.

2. 12 September 2007 pagi, Anggie mulai merasakan pegal dan nyeri di perut dan pinggangnya. Sorenya, Anggie mulas disertai vlek. “saya dan suami bergegas ke dokter. Setelah diperkisa perawat, saya sudah pembukaan tujuh. Perawat yang memeriksa sempat heran dan menanyakan kenapa saya tidak merasakan sakit.” Sambil menunggu pembukaan lengkap, Anggie mengabari keluarga via SMS serta berkomunikasi dengan si janin agar lahir lancar.

3. Pukul 18.39, Anggie sudah memasuki pembukaan sembilan, dan berlangsung cepat hingga pembukaan sepuluh. Persalinan pun dilakukan tanpa kehadiran dokter. “Setelah pecah ketuban, tanpa harus diepisiotomi dan tanpa usaha emndorong yang melelahkan, bayi kami, Carla Sukmaningrum lahir normal. Saya hanya dua kali mengejan. Carla lahir dengan berat 2,85 dan tinggi 46 cm.”

4,5. Sebelum pemotongan tali pusat, Anggie langsung melakukan inisiasi menyusu dini. Saya hanya bisa berkata, ini adalah persalinan yang saya dambakan karena berlangsung cepat, mudah dan nyaman.”

6. Bayi Carla yang sehat dan cantik di tengah pelukan papa dan mama.

M&B0508

Tags: , , ,